Aku: Harapan yang Mengudara

Malam di Magelang kali ini sedikit berbeda. Cahaya temaram terlihat berpendar di salah satu sisi ufuk. Kebetulan malam itu langit cerah, hampir tidak ada awan, hanya bulan dan titik-titik bintang.

Cahaya itu sepertinya berasal dari harapan-harapan yang mengudara. Berawal dari Borobudur, ke tempat lain yang tak kita kira. Lewat lampion manusia mencoba menyampaikan keluh dan harap kepada Penciptanya.

Dan kali ini aku menjadi salah satu dari manusia-manusia yang berusaha berbicara kepada-Nya lewat jalan yang berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>