Epilog: Untuk Jakarta dan Seluruh Isinya

Berbicara tentang berbicara, tentu banyak orang bisa melakukannya. Berawal dari paru-paru yang menghembuskan udara untuk menggetarkan pita suara dan menghasilkan frekuensi nada lemah yang nantinya akan diamplifikasi oleh organ-organ resonansi agar memiliki warna yang khas agar bisa diartikulasikan sebagai bahasa oleh lidah dan bibir. Otak berperan sebagai pemberi koma agar bahasa bisa lebih dimengerti. Selain… Continue reading

Aku: Harapan yang Mengudara

Malam di Magelang kali ini sedikit berbeda. Cahaya temaram terlihat berpendar di salah satu sisi ufuk. Kebetulan malam itu langit cerah, hampir tidak ada awan, hanya bulan dan titik-titik bintang. Cahaya itu sepertinya berasal dari harapan-harapan yang mengudara. Berawal dari Borobudur, ke tempat lain yang tak kita kira. Lewat lampion manusia mencoba menyampaikan keluh dan… Continue reading

Jakarta dan Jalanannya

Kondisi jalan di Jakarta ketika sore benar-benar tidak bisa dibilang nyaman. Kendaraan bermotor berjejal memenuhi ruang jalan yang ada, membuat lampu lalu lintas seakan tak punya arti. Belum lagi polusi udara yang membuat kita susah payah menahan nafas. Sore itu cukup gila menurutku, waktu pulang kantor memang saat dimana emosi orang-orang memuncak. Ketika kendaraan di… Continue reading

Edisi Khusus: Wanita, Bela Diri, dan Estetika

Namaku Ismi, dulu waktu kecil sering dipanggil Nyai, mungkin karena aku orang Sunda yah? hahaha. Sebagai teteh yang punya dua adik cowo, mungkin orang lain melihat aku galak dan suka mengatur, tapi nggak seperti itu kok. Karena kebetulan aku dibesarkan di keluarga yang cukup religius, menurutku semua orang boleh bebas melakukan segala hal, asalkan dia tau batas dan bisa… Continue reading