Edisi Khusus: Wanita, Bela Diri, dan Estetika

Namaku Ismi, dulu waktu kecil sering dipanggil Nyai, mungkin karena aku orang Sunda yah? hahaha. Sebagai teteh yang punya dua adik cowo, mungkin orang lain melihat aku galak dan suka mengatur, tapi nggak seperti itu kok. Karena kebetulan aku dibesarkan di keluarga yang cukup religius, menurutku semua orang boleh bebas melakukan segala hal, asalkan dia tau batas dan bisa menjaga diri, ya nggak sih?

Cukup kontras mungkin kalau melihat latar belakangku dulu dengan aku saat ini. Aku juga sempat heran sih, dulu aku kuliah Administrasi Niaga, tapi ngga tau kenapa kok sekarang nyangkutnya di dunia hiburan hahaha, ngalir aja gitu kesannya. Oh iya, sebelum fokus ke dunia bela diri dan hiburan, aku dulu juga sempat nyanyi lho hahaha, tau nggak aku juga pernah punya single judulnya Selingkuh, tapi ya sehabis itu ngga aku lanjutin lagi karena ada masalah dengan label rekamannya. Pokoknya ngga akan balik lagi deh kesitu hahaha.

Hmm pertama kali aku tertarik dengan bela diri berawal dari saat aku diajak Muay Thai sama PH ku saat itu. Nah mulai saat itu aku tertarik dengan dunia bela diri, mungkin karena mereka juga bilang kalau cewe action besok bakal banyak dicari, itu jamannya sebelum The Raid ada lho, eh ternyata bener sekarang memang banyak dicari.

Setelah beberapa waktu berlatih Muay Thai, aku berpikir untuk lebih memperluas ilmu ke cabang bela diri yang lain.

Dari situ aku mulai mencari-cari yang lain, kebetulan saat itu aku juga ada dalam acara Jejak Pendekar di salah satu televisi swasta. Acara ini benar-benar mengeksplorasi beragam seni bela diri yang ada di nusantara, terutama Pencak Silat. Dari acara itu, aku mulai menyadari akan keindahan Pencak Silat, dimana Pencak Silat ternyata memiliki gerakan-gerakan yang sangat beragam dan penuh estetika. Hal itulah yang membuatku jatuh cinta dengan Pencak Silat hingga saat ini.

8f6585d7-ccf2-4de1-b44d-ada84a235256

Pencak Silat itu sangat berwarna lho. perguruan Pencak Silat di sekitaran Jakarta saja jumlahnya bisa 50 lebih, itu belum termasuk yang di bumi Pasundan, Sumatera, dan tempat-tempat lain. Bayangkan berapa coba jumlahnya di seluruh Indonesia? banyak sekali mas! hahaha. Tiap-tiap perguruan itu pasti memiliki gaya tarung dan kuda-kuda yang berbeda, bahkan di masing-masing perguruan pasti punya jurus pamungkas yang berbeda pula antara satu dengan lainnya. Menurutku keberagaman Pencak Silat itu adalah hal utama yang membuatnya indah.

Aku sebenarnya heran, kenapa Pencak Silat di Indonesia malah kurang diminati. Padahal didalamnya terdapat hal-hal yang lebih beragam dibandingkan aliran bela diri lain. Dalam Silat sendiri juga terdapat gerakan-gerakan yang ada di aliran lain lho, cuma mungkin beda nama aja. Misal ada gerakan armbar di Brazilian Jiu Jitsu, nah di Silat kita menyebutnya kuncian tangan, dan banyak lagi yang lainnya.

Ada cerita saat aku terlibat di acara Jejak Pendekar, aku baru tahu ternyata banyak perguruan Pencak Silat yang memilih untuk merahasiakan jurus-jurus yang mereka miliki dan menolak untuk dipublikasikan. Mungkin karena dulu saat jaman penjajahan namanya Pencak Silat itu benar-benar dirahasiakan, karena akan berbahaya ketika kita ketahuan sedang mempelajari Pencak Silat. Padahal menurutku Jejak Pendekar itu adalah momen yang tepat lho untuk menunjukkan kepada dunia betapa indahnya Pencak Silat yang kita miliki.

Aku sendiri hingga saat ini masih terus mendalami Pencak Silat. Kebetulan aku dilatih oleh kang Yayan Ruhian, kita sama-sama orang sunda jadi ngobrol dan latihannya lebih nyambung gitu hahaha! Aku berharap semoga besok kita bisa ada dalam satu frame, amin!

16464221_1333565523332747_8038460494840856576_n

Untuk masalah cidera mungkin aku tidak terlalu takut sih hahaha, udah biasa mah kalo namanya bela diri cidera. Sebagai orang yang bekerja di dunia hiburan memang penting sih menjaga kondisi tubuh kita, tapi menurutku asalkan kita tahu tekniknya, kita tentu bisa meminimalisir cidera yang mungkin akan kita terima. Tentu hal ini juga tidak lepas dari doa yang selalu diberikan oleh Ibuku di rumah, ini penting sekali lho mas! Bahkan di tiap kegiatan yang aku lakukan aku selalu menyempatkan untuk menelpon dan meminta doa restunya.

Kenapa bisa sampai di titik ini aku juga tidak tahu mas, istilahnya aku jalani saja lah jalan yang sudah digariskan oleh-Nya. Prinsip ku satu, ketika kita menjalani usaha apapun dengan tujuan memuliakan orang tua, maka jalan  yang kita tempuh akan selalu dimudahkan, amin! (Ismi, 2017)

#31HariMenulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>